Transformasi: Konstruksi Identitas Dalam Budaya Kontemporer

Posted on

Transformation-Cracken-200x135 Transformasi: Konstruksi Identitas Dalam Budaya KontemporerTransformasi yang terjadi pada kehidupan seseorang dalam budaya kontemporer ketika terjadi perubahan besar di bidang teknologi informasi dan hiburan dalam pandangan seorang antropolog yang merangkap konsultan ekonomi dan bisnis. Menggabungkan perspektif antropologi dan ekbis dalam menganalisis transformasi sosial dan konstruksi identitas dalam perubahan. Grant David McCracken menyuguhkan transformasi dan konstruksi identitas tersebut pada masyarakat Amerika Serikat, dalam bukunya, Transformations: Identity Construction In Contemporary Culture. Walaupun terlalu banyak mengekspose contoh-contoh empiris, namun buku ini tidak kehilangan konteks manakala gejala perubahan dan budaya kontemporer memang telah terjadi.

Buku Transformation : Identity Construction In Contemporary Culture yang ditulis oleh Grant David McCraken, merupakan sebuah buku yang menarik untuk dibaca, karena di dalam buku ini McCraken (sang penulis) banyak memaparkan, dan juga menjelaskan tentang adanya sebuah proses perubahan (transformasi) yang terjadi dalam kehidupan seorang individu terkait dengan keberadaan perangkat teknologi yang semakin canggih dalam konteks kekinian.

McCraken di sini memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah untuk kita pahami terkait tentang transformasi serta relevansi antara hiburan dengan transformasi. Dengan mengambil setting lokasi Amerika Serikat sebagai pusat hiburan dunia, maka akan memudahkan kita untuk memahami tentang apa itu transformasi dan bagaimana transformasi itu terjadi sehingga pada akhirnya proses tersebut dapat mengkonstruksi individu dan melahirkan individu yang baru?

Bagi,McCraken, Amerika Serikat merupakan tempat yang sangat familiar dalam kehidupannya. Hal itu disebabkan karena sejak lahir hingga saat ini penulis tinggal dan menetap di Negara tersebut. Selain itu, dengan ditunjang oleh basic keilmuan dan keakhliannya di bidang Antropologi dan Bisnis Komersial, buku ini menjadi semakin menarik untuk dibaca.

Meskipun buku ini menarik untuk dibaca, tetapi itu bukan berarti buku ini tidak memiliki kekurangan. Menurut hemat saya ada beberapa kekurangan atau kelemahan dalam buku ini, diantaranya adalah buku ini cenderung hanya memaparkan atau menjelaskan tentang keberadaan  hiburan yang ada di Amerika Serikat, mulai dari hiburan yang sifatnya hanya untuk kesenangan sesaat maupun hiburan yang ada dalam tayangan televisi maupun tayangan film.

Kehadiran televisi dengan berbagai tayangan acaranya, selain menjadi sumber berbagai informasi, televisi juga telah menjadi sarana untuk mendapatkan hiburan yang murah dan mudah diakses sehingga siapapun dapat mengaksesnya dan menjadi  terhibur. Disamping menghibur, tayangan televisi juga telah menjadi inspirasi bagi siapapun para penonton  setianya termasuk memberikan informasi, inspirasi, peluang atau kesempatan untuk menjadi seseorang yang baru. Begitu juga dengan banyaknya produksi film, akses internet, secara tidak langsung kesemuanya itu juga memberikan banyak andil dalam perubahan seorang individu. Perubahan tersebut tidak serta bersifat instant tetapi membutuhkan waktu yang lama dan terus menerus sehingga kondisi tersebut pada akhirnya akan membuat sebuah perubahan bagi siapapun orangnya.

Selain itu, di dalam buku ini hanya menjelaskan tentang proses perubahan yang terjadi dalam kehidupan seorang individu saja tanpa menjelaskan tentang implikasi perubahan yang terjadi dalam kehidupan seorang individu dalam ruang lingkup yang lebih luas.

Menurut hemat saya, seharusnya di dalam buku ini McCraken menjelaskan juga tentang bagaimana proses atau tahapan seorang individu ber-transformasi? Paradigma apa yang digunakan untuk menjelaskan realitas tersebut? Lalu faktor-faktor apa saja yang mendukung maupun yang menghambat dalam proses transformasi? Selain itu, Mc Craken juga tidak menjelaskan secara detail tentang bagaimana relevansi antara transformasi dengan konstruksi individu ?

Mc Craken, dalam buku ini lebih banyak bercerita dan memaparkan tentang aneka macam hiburan yang ada di pusat-pusat hiburan di Amerika Serikat yang dikatakan sebagai hiburan yang mati karena tidak memberikan ide atau gagasan apapun bagi para konsumennya. Adanya hiburan di pusat-pusat hiburan tersebut menurut McCraken hanya sebagai kesenangan atau hiburan yang bersifat sesaat atau semu semata. Hal tersebut tentu sangat berbeda dengan hiburan yang ada di televisi, film-film, serta internet. Contoh yang dihadirkan dalam buku ini adalah sejumlah selebriti dunia, yang menurut McCraken keberadaan selebriti-selebriti tersebut tidak terlepas dari sebuah transformasi sehingga seorang individu bisa menjadi individu yang baru.

Terlepas dari itu semua, menurut saya apa yang ditulis oleh McCraken dalam buku ini tidak terlepas dari genre keilmuan-nya yakni sebagai seorang Antropolog dan juga sebagai seorang konsultan ekonomi dan bisnis. Bicara tentang transformasional, McCraken sependapat dengan pemikiran Durkheim tentang individu yang sangat ekspansi. Sifat yang ekspansif  itulah , menjadi kekuatan transformasi yang besar dan mampu menembus kuatnya sistem tradisional yang lekat dengan ritual dan mitos, penciptaan mobilitas status, dan modernis untuk tujuan mobilitas budaya dan temporal. Hal itu nampak di awal tulisannya, yang menyatakan : “Entertainment is a mainstay of our culture and economy”, yang saya artikan bahwa hiburan menjadi andalan budaya dan juga ekonomi.

Saya sependapat dengan apa yang disampaikan oleh McCraken (penulis), alasannya bahwa keberadaan hiburan itu memang tidak terlepas dari tangan dan kepentingan bisnis para pemilik modal (kapitalis) saja, tetapi dengan melalui hiburan, para pekerjanya atau siapapun yang ada didalam dunia hiburan itu juga akan mendapatkan kehidupannya (mendapatkan uang) atau mempunyai nilai ekonomi.

Disadari atau tidak di dalam dunia hiburan, sebenarnya telah menjadi pusat pertemuan dari berbagai macam budaya, seiring dengan banyaknya para imigran dari banyak Negara yang datang dan menetap di Amerika Serikat sehingga Amerika Serikat kini menjadi sebuah negara yang sangat multikultur.

Selain itu di dalam buku ini, McCraken juga menuliskan, “Entertainment Is Dead, Long Live Transformation” Apa maksud dari pernyataan tersebut? Saya memahami bahwa hiburan yang dimaksud oleh penulis adalah hiburan yang tidak mempunyai ide, gagasan atau informasi apa-pun seperti hiburan yang ada di pusat2 hiburan di AS seperti Las Vegas yang terkenal dengan casino (arena perjudian), bar-bar, maupun cafe-cafe yang notabene keberadaannya memang hanya untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan sesaat bagi mereka yang membutuhkannya.

Sebagaimana yang kita ketahui, pada dasarnya buku ini ditulis oleh McCraken pada konteks saat ini yaitu sekitar tahun 2000-an dimana kondisi Amerika Serikat telah menjadi pusat hiburan dunia. Buku ini berbicara tentang segala macam yang terkait dengan pusat hiburan yang ada di AS (tempat tinggal penulis sejak lama hingga saat ini). Tidak bisa dipungkiri, adanya pusat hiburan tersebut,  tidak terlepas dari keberadaan para kapital yang di back up oleh elit politik demi kepentingan politik mereka Akibatnya, pusat2 hiburan di AS hanya itu-itu saja tanpa membawa manfaat bagi konsumennya (seperti arena berjudi di Las Vegas).

Seiring dengan hadirnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin modern, semakin canggih, semakin cepat, dan semakin maju membuat dimensi baru bagi dunia hiburan yang ada. Kini hiburan tidak hanya ada di pusat-pusat hiburan semata, tetapi hiburan kini sudah masuk ke arena domestik atau ranah privat sekalipun, seperti keberadaan televisi, radio, hometeater maupun juga komputer atau internet.

Kondisi tersebut tidak menutup kemungkinan untuk  melahirkan ide atau inovasi bagi penontonnya. Banyaknya tayangan atau informasi yang ada di media tersebut, telah mentransformasi siapa pun yang aktif sebagai konsumen acara atau tayangan tersebut seperti tayangan American Idol, dsb. Macam-macam hiburan seperti acara televisi (American Idol), Las Vegas (casino), bioskop, film, televisi, radio, musik, penonton olahraga, taman hiburan,  website, majalah, surat kabar, mainan anak-anak,klub malam, teater, dan game (hiburan-software secara keseluruhan bersifat sesaat, semu atau sementara sebab kesenangan yang ditawarkannya semuanya penuh kepalsuan, semuanya adalah industi hiburan yang bernilai ekonomi dan tidak terlepas dari unsur-unsur politik.

Keberadaan hiburan menjadi andalan ekonomi, politik dan budaya  memasuki periode modern, hiburan tetap menjadi aset penting dalam perdagangan dan budaya. Di abad pertengahan, hiburan adalah salah satu “seni mekanik” yang ditujukan untuk menyenangkan, mengalihkan, menyegarkan siapa saja yang membutuhkan. Tetapi tujuan hiburan itu sebenarnya adalah semu dan tidak mulia.

Sebagaimana yang kita ketahui, keberadaan hiburan tidak terlepas dari kepentingan kapitalis, dan intervensi politik sehingga isinya tetap di bawah tekanan atau kepentingan tersebut. Individu-individu sebagai konsumen atau sebagai korban (penikmat semu atau sesaat) dari hiburan.  Hiburan akhirnya menjadi suatu identitas (individu,masyarakat) melalui proses transformasi diri

McCraken memberi banyak contoh selebriti dunia yang menjadi icon atau daya magnet bagi dunia diantaranya Robin William, Martha Stewart, Cher, Madonna, dan masih banyak lagi. Menurut penulis, selebriti2 dunia tersebut pada sejarah perjalanan karirnya juga mengalami itu semua, tetapi mereka ber-transformasi hingga menjadi seperti sekarang  Mereka umumnya dapat terus eksis dengan berbagai peran demi memenuhi kebutuhan industri hiburan yang berorientasi pada kepentingan ekonomi. Namun  tanpa mereka sadari, selebriti dunia tersebut juga telah melahirkan apa yang disebut sebagai budaya baru oleh konsumen yang aktif mengikutinya, dan kondisi ini  telah meng-konstruksi identitas baru mereka dan melahirkan kapitalis baru, dan begitu seterusnya. Hiburan secara pasti, masuk dalam semua dimensi kehidupan yang berlangsung secara terus menerus dan menjadi sebuah rutinitas melalui interaksi sosial.

Di Amerika Serikat, hiburan ada di mana-mana khususnya di ruang publik, seperti di New York City,  Times Square,Great White Way, Radio City Music Hall, Madison Square Garden, yang off Broadways, Coney Island, Stadion Yankee. Perkotaan identik untuk pusat hiburan dengan berbagai alasan dan kepentingan di dalamnya. Sebagaimana yang diutarakan oleh Postman, Politik kita, agama, berita, olahraga, pendidikan & perdagangan kita telah diubah menjadi bahan tambahan menyenangkan dari bisnis pertunjukan, yang sebagian besar tanpa protes atau bahkan banyak masalah. Selain itu, hiburan yang masuk dalam ranah domestik seperti televisi, film maupun internet selain membawa profit bagi pemilik modal, ternyata juga menjadi inspirasi dan motivasi bagi individu yang notabene konsumen aktif untuk mentransformasikan diri mereka menjadi apa yang mereka lihat dan menjadi apa yang mereka inginkan

Semua peran dari selebriti dunia, atau tokoh dunia dengan segala prestasi dan eksistensinya itu telah menjadi media yang paling cepat dalam proses transformasi. Disini tanpa disadari, telah terjadi sebuah interaksi searah dan simbolik yang masuk dalam diri individu yang terus mngalami proses transformasi sehingga individu tersebut menjadi individu-individu yang baru. Mereka telah menjadi makhluk baru yang transformasional yang membuat diri mereka berbeda dengan sebelumnya. Kini mereka lebih mempunyai nilai lebih dalam meng-eksplore apa yang Tuhan berikan untuk mereka, diantaranya ada yang menjadi penyanyi, produser, aktor atau aktris, manajer klub bola, bintang rock, master chief, pemain film, pencipta lagu, atlet dan masih banyak lagi. Mereka kini “sama sekali baru dari diri mereka sebelumnya.

Ketika konsumen mulai melaksanakan kebebasan baru dan sumber daya yang mereka miliki, berbagai kemungkinan definisi terbukti cukup besar. Atau ketika konsumen menjadi produsen, salah satu tujuan kegiatan kreatif mereka adalah konstruksi dan perkalian dari diri baru. Transformasi merupakan bagian dari perubahan sosial yang lebih besar memiliki banyak motif, dan banyak hasil. Self-transformasi adalah karunia asli setiap anggota spesies sebab Transformasi dapat menjadi sumber kreativitas. Disamping itu yang perlu diperhatikan, apabila kita berbicara tentang transformasi, maka hal tersebut tidak terlepas dari aspek kultur, ekonomi, identitas, kepentingan kapitalis, dan juga elit politik.  Proses transformasi ini hanya berlangsung dalam konteks kontemporer atau kekinian

Ada tiga point yang perlu dipahami lebih lanjut di dalam buku ini, yakni: Transformation, Identity Construction, Contemporary Culture.

Transformation (Transformasi).

Dalam ensiklopedi umum, transformasi merupakan istilah dalam ilmu eksakta yang kemudian dimasukan ke dalam ilmu sosial dan humaniora, yang memiliki arti sebagai perubahan bentuk dan secara lebih rinci memiliki arti perubahan fisik maupun nonfisik (bentuk, rupa, sifat, dan sebagainya). Transformasi adalah karya bukan dari ritual tapi imitasi McCracken jejak kemungkinan sepanjang sejarah transformasi dimulai dari adanya transformasi ritual suku Ritus peralihan, melewati konsepsi industri (bekerja) untuk meningkatkan status sosial seseorang dengan meniru kelas atas, kemudian transformasi menembus budaya beatnik vs technophilic “brightwork “ dan kemudian ber-transformasi memasuki postmodern hingga kita hari ini. Kami telah pindah dari dunia di mana kelahiran seseorang ditentukan takdir seseorang (anak-anak penjahit menjadi penjahit) ke salah satu di mana kita menemukan kembali diri kita secara terus-menerus.

Rutinitas transformasional oleh Anthony Giddens disebut sebagai suatu mekanisme identitas.  Status rutinitas adalah proses dimana individu mengubah status sosial mereka. Setiap rutin menghasilkan makhluk sosial sendiri.  Ada 4 (Empat) rutinitas transformasional  a) tradisional, b) pramodern atau status, c) modern, dan d) postmodern.

Ada banyak rutinitas transformasional yang ada (dalam budaya Barat) mulai dari lembaga-lembaga industri maupun pemerintah dimana proses transformasi itu berlangsung secara terus-menerus hingga pada akhirnya hasil dari adanya transformasi.  Singkatnya, aturan ini menentukan titik keberangkatan, tujuan, dan jalan di antara. Ada 4 (empat) rutinitas transformasional yaitu:  a) tradisional, b) pramodern atau status, c) modern, dan d) post-modern. Rutinitas tradisional adalah tradisional. Ritus peralihan dengan yang antropologi telah sibuk. Ritus peralihan yang digunakan, misalnya, untuk mengubah anak-anak menjadi dewasa.  Modernis rutinitas yang digunakan untuk membuat ponsel sendiri baik pribadi dan publik ruang angkasa. Mereka dirancang untuk mengejar jenis baru keaslian dan perantaranya. Rutinitas post-modernis membuka jenis baru keragaman dan fluiditas kepada individu.

Transformasi Tradisional Hingga Transformasi Postmodern. Pada awalnya, semua rutinitas transformasional tradisional.  Transformasi masyarakat tradisional mencakup ritual dan mitos menolak banyak jenis perubahan dan sangat konservatif. Ketika ada hal yang keluar dari keteraturan, akan memunculkan respon kuat dan upaya yang sangat luar biasa untuk mengembalikan dunia.  Masyarakat tradisional benar-benar berdaulat. Mereka mencegah kritik, orisinalitas, dan “disposisi untuk berubah dan mencegah munculnya reformasi Dorongan anti-transformasional begitu kuat. Masyarakat tradisional sangat memegang teguh tradisi, sejak awal berlaku untuk semua dan untuk selama-lamanya

Intinya masyarakat tradisional anti transformasi, dimana kuatnya tradisi mengalahkan inovasi yang masuk dalam kehidupan masyarakat yang tradisional tersebut. Namun untuk masa selanjutnya sudah berbeda. masyarakat modern dan postmodern yang membangun individu yang berbeda. Individu harus dibebaskan, karena itu menjadi unit dasar budaya dan bukan kelompok sosial. Pramodern atau status transformasional rutinitas akhirnya muncul, tetapi mereka tidak menggantikan rutinitas yang tradisional. Ini tetap hidup hingga sekarang ini kami memiliki keduanya.

Atau disebut juga dengan Transformasi Upward (Transformasi ke atas) yang dipahami sebagai upaya yang dilakukan individu untuk mengubah status sosial mereka dengan budidaya eksterior, interior, dan harta benda. Ketika unsur dari luar masuk, individu akan meresponnya dengan ber-proses menjadi individu yang baru atau lain (dalam bahasa Ovid)

Pramodern atau status transformasional. Ini menegaskan bahwa setiap individu atau generasi baru harus berubah karena itu sudah ketentuan Tuhan yang bersifat alami. Bagi masyarakat Barat, yang dinamis, dalam periode ini transformasi menjadi sesuatu yang wajib dilakukan setiap individu sepanjang hidupnya (seumur hidup). Hal ini karena, terutama dari abad kedelapan belas dan seterusnya, semua orang telah tinggal di aliran difusi. Penanda status dalam bahasa, tubuh bahasa, budaya material, bentuk dibangun, dan hiburan terus mengalir melalui dunia sosial. Transformasi pramodern memajukan individu dalam hierarki status. Individu mengubah diri untuk mengubah status sosial mereka. Transformasi ke atas di mana-mana masih dalam budaya populer. Itu adalah tema acara televisi Frasier.

Rutinitas Moderen muncul, mulai ada sesuatu yang berbeda tetapi pola lama masih dipertahankan. Untuk sesaat, rutinitas baru muncul namun akhirnya mereka membuktikan hanya menjadi tambahan yang berdiri yang ditetapkan.  Transformasi modern (Preston Sturges) lebih terobsesi untuk  Kemakmuran pasca Perang Dunia II. Transformasi yang ada adalah ke atas khususnya keluarga korban perang. Tapi pada periode ini (modernisme) rutinitas tradisional masih dipertanyakan modernisme yang memainkan perannya dalam mainstream budaya kontemporer. Kemudian Rutinitas Postmodern masuk, dimana  intensitas dan dinamika dunia sekarang berasal dari fakta bahwa semua mesin ini perubahan yang berjalan sekaligus

Identity Construction. Pengertian Identitas sendiri menurut Chris Barker adalah  Soal kesamaan dan perbedaan tentang aspek personal dan sosial, tentang kesamaan individu dengan sejumlah orang dan apa yang membedakan individu dengan orang lain. Ada tiga bentuk identitas, yakni : identitas budaya, identitas sosial dan identitas pribadi.  1) Identitas budaya merupakan ciri yang mencul karena seseorang itu merupakan anggota dari sebuah etnik tertentu, yang meliputi pembelajaran  tentang penerimaan tradisi, sifat bawaan, agama, dan keturunan dari suatu kebudayaan. 2) Identitas sosial : terbentuk akibat dari keanggotaan seseorang dan ada dalam suatu kelompok kebudayaan.  Tipe kelompok itu antara lain, umur, gender, kerja, agama, kelas sosial, dan tempat. Identitas sosial merupakan identitas yang diperoleh melalui proses pencarian dan pendidikan dalam jangka waktu lama.
Dalam identitas pribadi, lebih didasarkan pada keunikan karakteristik pribadi seseorang seperti karakter, kemampuan, dan juga bakat. Dalam hal ini Michael Hecht menyatakan jika identitas itu merupakan sebuah penghubung utama antara individu dengan masyarakat, dimana komunikasi adalah mata rantai dari hubungan tersebut. Komunikasi merupakan alat membentuk identitas dan juga mengubah mekanismenya, baik menurut diri sendiri maupun orang lain.  Hecht juga menguraikan identitas dalam empat tingkatan, yaitu:  1). Personal Layer adalah bagaimana kita menggambarkan keadaan diri kita dalam sebuah situasi sosial tertentu yang menggambarkan berbagai perasaan serta ide tentang diri sendiri, siapa dan seperti apa diri tersebut sebenarnya, 2). Enactment Layer, adalah apa yang orang lain ketahui tentang diri kita berdasarkan apa yang kita miliki, kita lakukan, dan bagaimana kita bertindak. Hecht juga menekankan bahwa Penampilan adalah simbol – simbol aspek yang lebih mendalam tentang identitas serta orang lain akan mendifinisikan dan memahami seseorang melalui penampilan tersebut

Perhatian kita pada identitas tertentu bisa mempererat pertalian dan membuat kita bersedia melakukan berbagai hal satu sama lain dan turut membawa kita melampaui hidup yang berpusat pada diri sendiri. Teori modal sosial yang dipromosikan oleh Robert Putnam menunjukkan dengan jelas bagaimana rasa memiliki suatu identitas yang sama dalam satu komunitas sosial dapat membuat kehidupan dikomunitas tersebut berjalan jauh lebih baik.  Di sini identitas dapat menjadi sumber kehangatan dan kesejahteraan, sehingga tidak masuk akal bila dipukul rata bahwa identitas itu buruk.  Sama tidak masuk akalnya bila melakukan tindakan menindas atau menekan kemunculan identitas secara umum demi menghindari terjadinya konflik komunal.

Pengertian konstruksi identitas menurut Chris Barker adalah bangunan identitas diri, memperlihatkan siapa diri kita sebenarnya dan kesamaan kita dengan sejumlah orang dan apa yang membedakan kita dari orang lain, sementara menurut Stuard & Sundeen dipahami sebagai sebuah kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian, yang merupakan sintesa dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan utuh. Seseorang yang mempunyai perasaan identitas diri yang kuat maka akan memandang dirinya berbeda dengan orang lain, unik, utuh, tidak ada duanya, dan individu tersebut akan mempertahankan identitasnya walau dalam kondisi sesulit apapun.
Jadi, individu tidak akan menemukan identitas dirinya tanpa adanya benturan atau interaksi dengan lingkungan sosialnya. Lingkungan sosial berpengaruh besar terhadap identitas individu tersebut. Melalaui interaksi-interaksi dengan lingkungan tersebut ia senantiasa selalu mengkonstruk identitasnya seperti apa yang ia hasilkan dari interaksi dengan lingkungan sosial sekitar.

Konstruksi Sosial Peter Berger dan Thomas Luckmann Teori konstruksi sosial (social construction) merupakan teori sosiologi kontemporer yang berpijak pada sosiologi pengetahuan.  Dalam teori ini terkandung pemahaman bahwa kenyataan dibangun secara sosial, serta kenyataan dan pengetahuan merupakan dua istilah kunci untuk memahaminya.

Contemporary Culture. Kontemporer dipahami sebagai masa antara perpaduan budaya atau kultur pada masa lampau dengan masa kini atau yang sedang berjalan sekarang. Menurut Sandya Maulana, kontemporer memiliki arti sebagai sesuatu hal (bisa dalam bentuk karya atau budaya) yang berjalan bersamaan dengan masa pada saat ini selama hal itu masih ada, bukan merupakan suatu perpaduan antara yang lama dengan yang baru.***

 

Direview oleh Tati Feni Irawati (Universitas Airlangga), dengan penyuntingan oleh WK.

Gambar Gravatar
Pengajar di Program Studi Ilmu Politik, FISIP Universitas Brawijaya, peneliti, peminat Rekayasa Sosial dan Pembangunan Politik, Personal Edification Coach metode MiracleWays™, blogger, Internet-Based Marketer (IBM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *