“Tiada demokrasi tanpa keterlibatan perempuan”. Demikian ujaran dalam setiap pelajaran politik, yang mengisyaratkan adanya pengakuan fundamental terhadap (aktivitas) perempuan dalam partai politik. Akan tetapi di lapangan berkata lain. Kondisi sosial

Dari beberapa pemikiran tentang pelembagaan partai politik, pemikiran Samuel P. Huntington tentang pelembagaan politik, baik untuk kita perhatikan. Huntington mendasari pemahaman pelembagaan politik dengan terlebih dahulu memahami persoalan stabilitas politik

“Tidak ada demokrasi tanpa politik, dan tidak ada politik tanpa partai” (Clinton Rossiter)[1] “Partai dan sistem partai yang melembaga adalah aktor kunci untuk menentukan akses pada kekuasaan” (Mainwaring dan Scully)[2]

Sebuah buku yang bicara tentang proses penyelenggaraan pilkada secara live dan on the road. Tentang bagaimana proses tahapan pilkada digelar oleh KPU,  bagaimana permainan para kandidat dalam memenangkan pertarungan  beserta