Tengger, Bromo, lazimnya dikenal sebagai kawasan yang dihuni oleh masyarakat beragama Hindu (baca “Mengenal Masyarakat Tengger”). Memang mayoritas warga suku Tengger adalah penganut agama Hindu (menurut perspektif lokal, disebut “Shiwa-Buddha”,

Jika umat Islam mengenal ‘kurban (qurban)’ dalam hari raya Idul Adha atau disebut juga “hari raya kurban”, karena terdapat ritual penyembelihan hewan ternak (kambing, sapi), umat Hindu Tengger pun mengenal

Masyarakat Tengger merupakan salah satu komunitas masyarakat di kepulauan Jawa yang masih setia terhadap adat istiadat warisan nenek moyang. Masyarakat adat Tengger tidak pernah bisa lepas dari tradisi luhur yang

Pada kehidupan sosial masyarakat Tengger, ada hal yang menarik, yaitu, walaupun masyakat suku Tengger ini tersebar dan terpisah di empat kawasan administratif (Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang), orang-orang Tengger satu

Wayang Purwa adalah perlambang kehidupan manusia di dunia ini. Berdasarkan dari sejarahnya, induk/sumber cerita wayang itu, baik Ramayana maupun Mahabharata, kedua-duanya itu merupakan Weda (kitab suci) agama hindu yang kelima,

Kesenian wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan Hindu masuk di Indonesia dan mulai berkembang pada jaman Hindu Jawa. Pertunjukan Kesenian wayang merupakan bagian dari upacara keagamaan orang Jawa.

Dari Arab kita langsung luncur ke Jawa ya.. Kita omongin wayang Jawa aja deh.. Kok wayang? Ya, Jawa terkenal wayang-nya, sampai-sampai sinden Megan dari LA Amrik jadi terkenal..  Tapi yang