Barker menjelaskan teori dalam cultural studies, yaitu narasi yang berusaha membedakan dan menjelaskan ciri-ciri umum yang menjabarkan, mendefinisikan dan menjelaskan terus-menerus kejadian yang dipersepsikan.  Tetapi teori tidak menggambarkan dunia secara

Cultural studies secara konsisten perhatiannya senantiasa berkaitan dengan masalah isu-isu kekuasaan, politik, ideologi, serta kebutuhan akan perubahan sosial[1]. Pengertian ini menegaskan keluasan ruang lingkup kajian dalam cultural studies. Dari pengertian

Cultural studies, sebagaimana namanya, “studies” (kajian-kajian), bukan “cultural study” yang memuat makna “study” (kajian) yang bermakna tunggal, memuat pengertian kajian-kajian budaya dalam pengertian dan ruang lingkup yang luas dan multi,