Mencari Pemimpin Yang Menyejahterakan Masyarakat

Posted on

WP_20170919_026 Mencari Pemimpin Yang Menyejahterakan MasyarakatDalam benak masyarakat umum, pemimpin daerah yang baik dan benar, dan disukai, adalah pemimpin yang berpihak kepada mereka, dengan ukuran kedermawanan dalam arti harfiah. Pendidikan gratis, kesehatan gratis, bantuan untuk warga miskin, dan sejenisnya akan menjadi harapan warga masyarakat umum, dan menjadi isu populis untuk “diagendakan” dalam strategi kampanye para kandidat. Isu (peningkatan) kesejahteraan masyarakat, penanggulangan kemiskinan, pembukaan lapangan kerja dan sejenisnya menjadi sangat seksi untuk “dijual” dalam wacana kampanye dan sosialisasi kandidat kepada masyarakat calon pemilih.

Memang, menyelaraskan dan menempatkan program pemerintah (yang dikomandani oleh pemimpin daerah) pada alunan irama suara publik akan cenderung mempermudah penjangkauan program kepada khalayak dengan lebih tepat guna dan tepat kebutuhan sasaran. Namun, ini cukup dilematis dalam paradigma pemilihan langsung yang memerlukan kedekatan (bahkan fisikal) seorang calon pemimpin (yang akan dipilih) dengan warga masyarakat (yang akan memilih). Pilihan antara “ingin tetap melekat di hati masyarakat” dengan “ingin mengefektifkan capaian program untuk masyarakat” akan berebut tempat dalam prioritas misi sang kandidat, sejak masa kampanye hingga menjabat. Belum lagi pikiran untuk melestarikan jabatan dan kekuasaannya: dengan tetap menjaga kemelekatan nama dirinya di hati masyarakat. Pilihan rasional seorang pemimpin daerah (terpilih) pasti akan lebih mengarah pada “pemeliharaan kemelekatan nama”. Ini akan menggiringnya pada sindrom Supermania, yang berkecenderungan untuk menonjolkan diri yang berimbas kepada pilihan strategi kepemimpinannya dalam mengelola birokrasi pemerintahannya: (1) Kepala satker yang menonjol, ataukah dirinya yang menonjol; (2) Wakilnya yang menonjol, ataukah dirinya yang menonjol.

Distribusi tugas dan efektivitas birokrasi menjadi rawan terpinggirkan untuk menyelamatkan kepentingan politiknya: pemeliharaan kekuasaan dan jabatannya!

Jebakan Batman yang dilematis ini akan senantiasa membayangi langkah Sang Pemimpin dalam mengelola pemerintahannya. Bagaimana ia musti menjalankan pemerintahannya dengan efektif tanpa mengorbankan kemelekatan reputasinya di hati warga masyarakatnya?

Pemimpin daerah, secara politis berfungsi mengarahkan dan mengendalikan program pemerintahnya secara internal (efektivitas kinerja birokrasi) dan eksternal, yang berhubungan dengan elemen-elemen non-pemerintahan di luar tubuh organisasi pemerintahannya. Dengan asumsi prioritas program yang “sejalan dengan kehendak rakyat” yakni misalnya “program yang bisa menyejahterakan masyarakatnya”, maka ada beberapa strategi yang dapat dipilih oleh seorang pemimpin daerah.

Pertama, mengefektifkan mesin birokrasi pemerintahannya untuk mempercepat pencapaian program-programnya, sehingga Sang Pemimpin bisa memiliki waktu untuk “menyapa rakyat” tanpa mengabaikan kinerja mesin birokrasinya.

Kedua, fokus pada pencarian inovasi baru untuk menyemangati aparatusnya untuk berinovasi dalam pelayanan publik.

Ketiga, mengintegrasikan seluruh program satker secara terfokus untuk mendukung visi-misi-nya.

Keempat, memberdayakan potensi lokal: SDM warga, jejaring sosial, media massa, modal sosial, modal kultural, dsb untuk bersinergi dengan birokrasi pemerintahannya untuk mendukung program terintegrasi.

Kelima, membina dan memperkuat networking eksternal (antar daerah, dsb) untuk mendukung poin pertama sampai keempat di atas, dan tetap bisa sambil menyapa rakyat.

Yang tidak boleh diabaikan: kinerja aparatus tetap diutamakan, agar fokus pada kemajuan kota. Awas, jangan galfok, gagal fokus, yang hanya mendahulukan “efek publik” saja. Ekspos publik itu perlu, namun sebagai pelengkap agar publik mengetahui apa-apa yang telah dikerjakan beserta kemajuannya.

Sebaiknya ada mekanisme “konsultasi publik” (sungguhan, bukan formalitas…) untuk menyediakan ruang bagi ekspos publik dan menerima masukan publik.

 

Pemimpin Daerah berada pada fungsi-fungsi tersebut, secara politik. Maka, pemimpin daerah yang seperti apa yang mestinya dicari? Dia, yang bisa menjalankan fungsi-fungsi tersebut!

 

Maka… apa modal yang harus dimiliki oleh seorang Kandidat Pemimpin Daerah?

Pertama dan utama: wawasan inovasi dan kreativitas!

Kedua: kemampuan mengorganisasi segenap elemen dan kepentingan, baik internal (organisasi pemerintahan, mesin birokrasi) maupun eksternal (elemen di luar organisasi pemerintahan).

Ketiga: kemauan politik dan keberpihakan kepada masyarakat.

Keberpihakan kepada kepentingan pribadi itu PASTI ada di setiap orang. Yang diperlukan adalah: KESELARASAN kepentingan pribadi dan masyarakat!

Ini bisa dideteksi: siapa yang “dari sononya” memang suka kerakyatan, siapa yang polesan…. hihi… Kalau musim ngerayu rakyat begini, semua bakal calon mah baeeeeek semuwwaaah.... hahaa….. waspadalah… waspadalaaahhh…. !! haha…. 🙂

Modal yang lain…. ya harus bisa menjadi kandidat…. artinya ada partai yang mau mengusungnya… atau ada sekelompok orang yang mau mengusungnya melalui jalur calon perseorangan (non-partai)…

Naah…. masalahnya…. maunya tulisan ini ndak mesti klop sama maunya partai atau pengusungnya….. hahaha…..

 

Dekremma pas…..

Ya… terima jadi aja sama partai…. Toh bakal calon sudah bertebaran…. Tinggal pilih aja yang paling masuk akal…. yang paling nggenah…. yang paling mampu….

Atau…. keputusan memilih sampeyan semua…. ada di pertimbangan berikut ini… ?

TONGKET (setong seket)…? –> ini artinya: “satu suara limapuluh (ribu)”.

BERJUANG (beras – baju – uang)…?

BERSE (beres mbik pese).…? –> ini artinya: “beras sama uang”.

Atau… sampiyan lebih seneng jenis-jenis rayuan gombal Mukiyo yang ndak mutu? Mending Mukidi ae sing dadi walikota sampiyan..… haha… 🙂

 

Abheee….. ancor pessena tellor mon de’iye taretan…………

Bise percoma tolesan ariya….

Hahaha….. 🙂

Teross…. dekrema…….

 

Kalau para bakal calon kita kumpulkan untuk kita ajak ngobrol bareng…. dekremma kira-kira taretan…. setuju..?

Supaya kita tahu mereka…. Supaya kita lebih mudah menentukan pilihan…. Supaya kita ndak salah pilih…. Mon salah peleh…. ancor masyarakat kita… se dusah se meleh… ! Haha…. Dosa sosial lebih bahaya dan insya Allah lebih mantap azabnya daripada dosa pribadi lho taretan…. Apalagi salah pele gara-gara TONGKETBERJUANG otabe BERSE….. Berarti Anda termasuk orang-orang yang menganiaya diri sendiri dan orang lain… Menyengsarakan diri sendiri dan orang lain… Mencelakakan diri sendiri dan orang lain…  Ongghuen genikah.. atanya pak Kiai manabi tak partaje mpiyan…. haha… 😀

Wawan-Kuswandoro Mencari Pemimpin Yang Menyejahterakan Masyarakat

Arena kumpul-kumpul sambil ngobrol dan ngopi…..

#NgoPi

#NgobrolPolitik #NgobrolPilwali

#NgobrolPilwali… kayak Diskusi Publik pada akhir Agustus 2017 lalu itu… Lha Diskusi Publik seperti ini memang kita acarakan untuk ajang kumpul-kumpul sambil #ngopi untuk ngobrolkan hal-hal yang dianggap perlu terkait dengan Kota Probolinggo.

Tentang Diskusi Publik itu sendiri bisa diketahui di link ini ya….

 

Gambar Gravatar
Pengajar di Program Studi Ilmu Politik, FISIP Universitas Brawijaya, peneliti, peminat Rekayasa Sosial dan Pembangunan Politik, Personal Edification Coach metode MiracleWays™, blogger, Internet-Based Marketer (IBM).

2 thoughts on “Mencari Pemimpin Yang Menyejahterakan Masyarakat

  1. Pemimpin yang di butuhkan di probolinggo saat ini adalah pemimpin yang tahu dan paham betul tentang Probolinggo baik masyarakatnya maupun potensi yang ada di kota Probolinggo. Bukan pemimpin yang ada bekerja hanya berdasarkan pemikiran pribadi dan orang orang sekitarnya tanpa melibatkan orang orang yang di seberang sana walaupun pemikiranya lebih bagus. Sehingga banyak program yang di laksanakan kadang kadang menguntungkan di satu sisi namun merugikan pihak lain. Ketegasan dalam melaksanakan Aturan juga harus di miliki jangan karena satu kepentingan maka ada aturan yang di langgar Contoh relokasi PKL yang belum terealisasi padahal payung hukum sudah jelas. Bisa mengoptimalkan Potensi yang ada sehingga bisa menambah pendapatan bagi daerah (Pemkot) dan masyarakatnya.

    1. Mator sakalangkong inputnya ya Kang Edi Martono. Bener Kang, Kota Probolinggo membutuhkan pemimpin yang MENGERTI BENER kebutuhan kota Probolinggo, masyarakatnya, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat kota Probolinggo. Mampu mengendalikan dan mengorganisir kepentingan-kepentingan untuk diselaraskan, dengan wawasan kreativitasnya utk fokus pada pengelolaan kota yg memajukan. Suwun Kang… Ini sambil nunggu komen taretan-taretan yang lain…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *