Local Knowledge Tengger dan Modal Sosial Demokrasi

Posted on

Apa yang dimiliki dan dijalani wong Tengger dalam kehidupan sosial mereka dengan berbagai corak, habitus, kearifan lokal, ajaran kehidupan tri hita karana, konsep pancer pada gunung Bromo, praktik toleransi, Islam Tengger, dsb membentuk kebiasaan dan karakter masyarakat Tengger. Cara hidup yang merujuk pada konsep kebaikan bersama yang diyakini dan dianut secara kolektif, membawa emosi kolektif sebagai identitas wong Tengger, simbol kebanggaan bagi wong Tengger. Konsep kebaikan bersama yang tumbuh bersama masyarakat, dari cara hidup dan local value, local wisdom adalah local knowledge (pengetahuan lokal) yang juga merupakan modal sosial bagi tumbuhnya kebersamaan, kesejahteraan bersama dan lebih lanjut, demokrasi. Nilai substansial demokrasi (kebaikan bersama) telah hidup bersama dalam pengalaman sosial masyarakat Tengger, termasuk praktik toleransi antar penganut Hindu (Shiwa-Buddha) dan Islam merupakan pelajaran berharga bagi praktik demokrasi dan praktik toleran yang kini menjadi barang mewah. Inilah demokrasi genuine, modal sosial demokrasi milik masyarakat Indonesia, yang tercecer.

bersambung….

Gambar Gravatar
Pengajar di Program Studi Ilmu Politik, FISIP Universitas Brawijaya, peneliti, peminat Rekayasa Sosial dan Pembangunan Politik, Personal Edification Coach metode MiracleWays™, blogger, Internet-Based Marketer (IBM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *