Jajanan Surabaya

Posted on

pecel-semanggi-komplit-200x135 Jajanan SurabayaJajanan Surabaya, dalam penelitian Autar Abdillah, menjadi ciri khas orang Surabaya, menjadi pelengkap cangkrukan. Duduk-duduk di warung jajanan merupakan semacam ritus pertemuan yang dikembangkan dari kebiasaan “cangkrukan” atau mengobrol sesama warga tentang berbagai hal, baik tua maupun muda. Dalam cakrukan sering ditemukan pembicaraan tentang masa lalu maupun peristiwa yang baru saja berlangsung. Cangkrukan juga dapat sebagai media belajar atau penularan pengetahuan sesama warga. Sembari cangkrukan, para peserta cangkrukan memakan makanan yang disediakan di warung tersebut. Mulai dari makan-makanan yang sekedar sebagai media percakapan –dengan demikian tidak menimbulkan rasa kenyang, seperti ote-ote, telo goreng (ubi goreng) sambil menyeduh kopi atau teh. Namun ada pula makan makanan yang mengenyangkan, seperti Lontong Balap, Rawon, Sop Kikil, dan sebagainya.

Sabrot D. Malioboro berpendapat bahwa terdapat beberapa daerah yang memiliki tradisi membuat jajanan, seperti kampung Keputran, Kedondong, dan Kampung Malang. Kadaruslan menegaskan bahwa pada masa penjajahan Belanda hingga periode kemerdekaan awal, banyak ditemukan makanan laut seperti Jangkang yang dijadikan rujak. Sedangkan makanan yang kini banyak di pasaran, lebih banyak sebagai pendatang Beberapa makanan khas Surabaya –sebagian besar dikutip dari wikipedia.org, dapat disebutkan sebagai berikut :

Lontong balap

lontong-balap-surabaya-200x135 Jajanan SurabayaLontong balap adalah makanan khas Indonesia yang merupakan ciri khas kota Surabaya di Jawa Timur. Makanan ini terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap dan sambal. Lontong balap biasanya didominasi oleh tauge. Menurut cerita dahulu lontong balap masih dijual dalam gentong-gentong yang berat dan dipikul ke seluruh kota. Gentong-gentong yang berat menyebabkan para penjual lontong balap ini seraya memikul harus berjalan cepat-cepat, menimbulkan kesan berpacu (dalam bahasa Jawa: balapan). Pada masa sekarang lontong balap lebih sering dijual dalam kereta dorong, maupun di depot-depot yang sudah modern. Meski demikian nama lontong balap tetap tidak berubah (“http://id.wikipedia.org/wiki“, diakses 14 Juni 2007).

Makanan Lontong Balap tertua di Surabaya dapat ditemukan di daerah Blauran. Pembuat Lontong Balap telah menjajakan makanannya secara turun temurun hingga tiga generasi[1]. Penjaja Lontong Balap keliling masih dapat ditemukan di berbagai kampung di Surabaya. Lontong Balap cukup populer, meskipun bukan merupakan makanan pokok bagi masyarakat Surabaya.

Semanggi

Semanggi adalah sekelompok paku air (Hydropterides) dari marga Marsilea) yang di Indonesia mudah ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran irigasi. Morfologi tumbuhan marga ini khas, karena bentuk entalnya yang menyerupai payung yang tersusun dari empat anak daun yang berhadapan. Semua anggotanya heterospor.

Daun tumbuhan ini (biasanya M. crenata) biasa dijadikan bahan makanan yang dikenal sebagai pecel semanggi, khas dari daerah Surabaya. Organ penyimpan spora (disebut sporokarp) M. drummondii juga dimanfaatkan oleh penduduk asli Australia (aborigin) sebagai bahan makanan (“http://id.wikipedia.org/wiki“, diakses 14 Juni 2007).

Rujak Cingur

Rujak cingur adalah salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur, terutama Surabaya. Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan beberapa jenis buah-buahan seperti ketimun, krai (sejenis ketimun khas Jawa Timur),bengkoang, mangga muda, nanas, kedondong dan ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo dan cingur serta sayuran-sayuran seperti kecambah/tauge, kangkung dan kacang panjang. Semua bahan tadi dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng dan garam.

Makanan ini disebut rujak cingur karena bumbu olahan yang digunakan adalah petis udang dan irisan cingur. Hal ini yang membedakan dengan makanan rujak pada umumnya yang biasanya tanpa menggunakan bahan cingur tersebut. Rujak cingur biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring (“http://id.wikipedia.org/wiki“, diakses 14 Juni 2007).

Tahu Tek

Tahu Tek adalah salah satu makanan khas kota Surabaya. Tahu Tek terdiri atas tahu goreng yang dipotong kecil-kecil dengan gunting, kentang goreng setengah matang, taoge dan kerupuk udang. Semua itu kemudian disiram dengan bumbunya yang terbuat dari petis, kacang tanah, cabe dan bawang putih. Dalam beberapa variasi yang ada di Jakarta, penjual Tahu Tek juga menyediakan Tahu Telor, yakni dengan menggoreng tahunya dengan adonan telur (“http://id.wikipedia.org/wiki“, diakses 14 Juni 2007).

Tempe Penyet

Tempe Penyet adalah makanan khas Indonesia dari daerah Jawa Timur. Makanan ini dibuat dari tempe yang direndam di air kaldu dengan bumbu garam dan ketumbar. Tempe tersebut kemudian digoreng dan setelah masak disajikan dengan sambal. Nama penyet berasal dari bahasa Jawa yang artinya “lumat”. Ini merujuk pada tempe ini yang ditindih dan dilumatkan sedikit bersama sambal sebelum dihidangkan (“http://id.wikipedia.org/wiki“, diakses 14 Juni 2007).

Lontong Mie

Lontong Mie adalah salah satu makanan khas Kota Surabaya. Makanan berkuah ini terdiri atas lontong, sayur tauge, mie kuning, udang kecil goreng, potongan tahu goreng dan lentho dengan sambal petis udang. Rasanya manis gurih dan biasa disuguhkan dengan berbagai pangan kecil lainnya seperti dadar jagung dan sate kerang. Banyak penggemar makanan ini menyebut Pasar Atom Surabaya, sebagai tempat dimana lontong mie yang bermutu dapat dinikmati (“http://id.wikipedia.org /wiki”, diakses 14 Juni 2007). Meskipun demikian, Lontong Mie juga banyak dijajakan di kampung-kampung.

Kupang Lontong

Kupang lontong adalah nama makanan khas daerah Jawa Timur. Makanan ini terkenal khususnya di daerah Surabaya dan Sidoarjo. Bahan utama yang digunakan adalah “Kupang” yaitu hewan laut semacam kerang, bentuknya kecil. Biasanya dipadukan dengan es kelapa muda (“http://id.wikipedia.org/wiki“, diakses 14 Juni 2007). Makanan ini masih banyak ditemukan, khususnya di daerah pantai, seperti Kenjeran.

Rawon atau Nasi Rawon

Rawon atau nasi rawon (karena selalu disajikan dengan nasi) adalah menu berupa sup daging dengan bumbu khas karena mengandung kluwek. Rawon, meskipun dikenal sebagai masakan khas Jawa Timur, dikenal pula oleh masyarakat Jawa Tengah sebelah timur (daerah Surakarta). Daging untuk rawon umumnya adalah daging sapi yang dipotong kecil-kecil. Bumbu supnya sangat khas Indonesia, yaitu campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas (laos), ketumbar, serai, kunir, lombok, kluwek, garam, serta minyak nabati. Semua bahan ini (kecuali serai dan lengkuas) dihaluskan, lalu ditumis sampai harum. Campuran bumbu ini kemudian dimasukkan dalam kaldu rebusan daging bersama-sama dengan daging. Warna gelap khas rawon berasal dari kluwek. Rawon disajikan bersama nasi, dilengkapi dengan tauge kecil, bawang goreng, kerupuk, dan sambal (“http://id.wikipedia.org/wiki“, diakses 14 Juni 2007). Selain di Surabaya, nasi Rawon ini juga populer di beberapa kota di Jawa Timur, seperti Rawon Nguling di Pasuruan, maupun Rawon Kediri dan Madiun.

Tahu Campur

Tahu Campur adalah salah satu makanan khas kota Surabaya. Tahu Campur terdiri dari sop daging sapi kenyal, tahu goreng, perkedel singkong, taoge segar, selada air segar, dan kerupuk udang. Semua ini kemudian dicampurkan ke bumbu petis, bawang goreng dan sambal. Banyak penjual Tahu Campur di Surabaya menyebut barang dagangannya sebagai Tahu Campur Lamongan (“http://id.wikipedia.org/wiki“, diakses 14 Juni 2007). Tahu campur ini masih banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional.

Soto Madura

Soto Madura adalah jenis soto yang berasal dari daerah Madura, Jawa Timur berbahan dasar daging sapi, telur rebus, kentang goreng dan tauge, dengan bumbu ketumbar, bawang merah dan bawang putih, jahe, kunir, laos, Kemiri, jeruk purut dan garam secukupnya. Cara membuatnya adalah dengan merebus daging sapi dengan air secukupnya sampai matang. Masukkan bumbu yang telah dihaluskan bersama serei kedalam kaldu daging, di masak hingga kuah mendidih. Kuahnya ditaburi daun bawang, daun seledri dan bawang goreng campur sedikit bawang putih, dihidangkan bersama-sama sambal soto dan irisan jeruk nipis (“http://id.wikipedia.org/wiki“, diakses 14 Juni 2007). Soto Madura ini dapat ditemukan di berbagai depot-depot modern maupun tradisional. Pedagangnya kebanyakan berasal dari Madura.

Sop Kikil

Sop Kikil adalah salah satu makanan khas Kota Surabaya. Makanan ini bahan utamanya adalah daging sapi yang berurat (biasanya bagian kaki), sehingga ketika dimakan dagingnya terasa kenyal. Kuahnya merupakan kaldu dari daging tersebut, dicampur dengan kunir, sereh, bawang goreng dan bumbu lainnya. Makanan ini disajikan panas dan dicampur jeruk nipis dan sambal sesuai selera (“http://id.wikipedia.org/wiki“, diakses 14 Juni 2007).

Leker atau Kue Pisang

Leker atau kue pisang Surabaya adalah salah satu makanan khas Kota Surabaya.

Makanan kecil ini berbeda dengan leker yang dikenal di Jakarta dan kota lainnya. Untuk kulitnya, adonannya kemungkinan adalah telur, tepung terigu, susu, gula dan air. Adonan ini kemudian dituangkan di atas wajan mini yang telah panas (biasanya dipanaskan di atas bara arang) untuk membuat kulit leker berbentuk lingkaran. Setelah cukup matang, penjual kemudian menaburkan potongan-potongan kecil pisang, coklat tabur, gula pasir dan susu kaleng. Penjual lalu melipatnya menjadi setengah lingkaran dan menyajikannya kepada pembeli. Beberapa penjual di Surabaya saat ini telah melakukan inovasi dengan menawarkan campuran keju sebagai isi dari leker tersebut (“http://id.wikipedia.org/wiki/Leker“, diakses 14 Juni 2007).

 

 

[1]       Percakapan dilakukan di warung “Lontong Balap pak Ndut” di depan bekas bioskop Garuda, 22 Juli 2007, menurut pak Ndut, dalam sehari –khususnya pada hari Minggu, bisa menhabiskan hingga 40 kg touge, sedngkan pada hari lainnya sekitar 10 hingga 20 kg tauge. Warung ini memang sangat ramai, dan memiliki rasa nikmat yang khas. Rata-rata pengunjung datang secara rombongan atau bersama kerabata atau keluarga, meskipun tempatnya sangat sederhana.

Gambar Gravatar
Pengajar di Program Studi Ilmu Politik, FISIP Universitas Brawijaya, peneliti, peminat Rekayasa Sosial dan Pembangunan Politik, Personal Edification Coach metode MiracleWays™, blogger, Internet-Based Marketer (IBM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *