Ang Hien Hoo,  sebuah perkumpulan orang-orang keturunan Tionghoa di Malang, yang menjadi simbol kecintaan warga keturunan Tionghoa pada kesenian wayang, khususnya wayang orang, yang umumnya diketahui populer di kalangan masyarakat

Jajanan Surabaya, dalam penelitian Autar Abdillah, menjadi ciri khas orang Surabaya, menjadi pelengkap cangkrukan. Duduk-duduk di warung jajanan merupakan semacam ritus pertemuan yang dikembangkan dari kebiasaan “cangkrukan” atau mengobrol sesama

Pengalaman bermasyarakat dan praktik dalam proses yang terus-menerus dilakukan dalam pergaulan sosial yang diungkapkan secara sosial melalui tindakan sosial seperti komunikasi lewat bahasa, bekerjasama lewat organisasi-organisasi sosial, adalah esensi masyarakat

Tengger, Bromo, lazimnya dikenal sebagai kawasan yang dihuni oleh masyarakat beragama Hindu (baca “Mengenal Masyarakat Tengger”). Memang mayoritas warga suku Tengger adalah penganut agama Hindu (menurut perspektif lokal, disebut “Shiwa-Buddha”,

Jika umat Islam mengenal ‘kurban (qurban)’ dalam hari raya Idul Adha atau disebut juga “hari raya kurban”, karena terdapat ritual penyembelihan hewan ternak (kambing, sapi), umat Hindu Tengger pun mengenal

Telah dijelaskan pada “Bromo dan Makna Spiritual Bagi Masyarakat Tengger”, bahwa kehidupan budaya masyarakat suku Tengger tidak dapat terlepas dari Bromo (Brahma) dan Yadnya Kasada. Pembahasan tentang masyarakat Tengger selalu 

Masyarakat Tengger merupakan salah satu komunitas masyarakat di kepulauan Jawa yang masih setia terhadap adat istiadat warisan nenek moyang. Masyarakat adat Tengger tidak pernah bisa lepas dari tradisi luhur yang

Pada kehidupan sosial masyarakat Tengger, ada hal yang menarik, yaitu, walaupun masyakat suku Tengger ini tersebar dan terpisah di empat kawasan administratif (Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang), orang-orang Tengger satu

  • 1
  • 2