Tulisan  ini bukan membahas trans-seksual maupun trans-jender, tetapi “berubahnya identitas kultural” perempuan menjadi laki-laki. Fenomena ini masih ada. Yaitu fenomena melenyapnya nama diri perempuan –terganti dengan nama orang lain (laki-laki)

Ang Hien Hoo,  sebuah perkumpulan orang-orang keturunan Tionghoa di Malang, yang menjadi simbol kecintaan warga keturunan Tionghoa pada kesenian wayang, khususnya wayang orang, yang umumnya diketahui populer di kalangan masyarakat

Jajanan Surabaya, dalam penelitian Autar Abdillah, menjadi ciri khas orang Surabaya, menjadi pelengkap cangkrukan. Duduk-duduk di warung jajanan merupakan semacam ritus pertemuan yang dikembangkan dari kebiasaan “cangkrukan” atau mengobrol sesama

Pengalaman bermasyarakat dan praktik dalam proses yang terus-menerus dilakukan dalam pergaulan sosial yang diungkapkan secara sosial melalui tindakan sosial seperti komunikasi lewat bahasa, bekerjasama lewat organisasi-organisasi sosial, adalah esensi masyarakat

Tengger, Bromo, lazimnya dikenal sebagai kawasan yang dihuni oleh masyarakat beragama Hindu (baca “Mengenal Masyarakat Tengger”). Memang mayoritas warga suku Tengger adalah penganut agama Hindu (menurut perspektif lokal, disebut “Shiwa-Buddha”,