Melanjutkan bahasan tentang pelembagaan partai politik, setelah teori Huntington dan rumusan pelembagaan partai politik oleh Vicky Randall, di Indonesia, partai politik belum ada yang menunjukkan pelembagaan yang baik, mulai derajat

Dari beberapa pemikiran tentang pelembagaan partai politik, pemikiran Samuel P. Huntington tentang pelembagaan politik, baik untuk kita perhatikan. Huntington mendasari pemahaman pelembagaan politik dengan terlebih dahulu memahami persoalan stabilitas politik

“Tidak ada demokrasi tanpa politik, dan tidak ada politik tanpa partai” (Clinton Rossiter)[1] “Partai dan sistem partai yang melembaga adalah aktor kunci untuk menentukan akses pada kekuasaan” (Mainwaring dan Scully)[2]

Local knowledge, kehidupan sosial, kelompok sosial, komunitas, interaksi sosial dalam konteks lokalitas masyarakat yang memiliki nilai-nilai lokal, perspektif lokal,  dalam masyarakat Jawa di Indonesia. Bagaimana fenomenologi menjelaskan realitas sosial terkait

Social entrepreneurship, social entrepreneur atau entrepreneur sosial, seringkali menjadi istilah yang membingungkan, kadang mengalami kesalahkaprahan penafsiran. Wajar, karena istilah ‘entrepreneur‘ pun seringkali disalahtafsirkan, bahkan seringkali direduksi menjadi sebatas melakukan aktivitas