Cultural studies secara konsisten perhatiannya senantiasa berkaitan dengan masalah isu-isu kekuasaan, politik, ideologi, serta kebutuhan akan perubahan sosial[1]. Pengertian ini menegaskan keluasan ruang lingkup kajian dalam cultural studies. Dari pengertian

Cultural studies, sebagaimana namanya, “studies” (kajian-kajian), bukan “cultural study” yang memuat makna “study” (kajian) yang bermakna tunggal, memuat pengertian kajian-kajian budaya dalam pengertian dan ruang lingkup yang luas dan multi,

Melanjutkan bahasan fenomenologi korupsi, korupsi dalam tulisan ini adalah korupsi dan perilaku koruptif  seseorang atau orang-orang yang memiliki kedudukan, posisi dan jabatan yang lebih atau di atas rata-rata orang-orang  dalam

 “Secara fenomenologis, korupsi dan perilaku koruptif itu mencerminkan daya kapasitas kesadaran dan jiwa pelakunya yang lemah, tak terawat, menyedihkan, rapuh dan sengsara. Ia menggunakan perangkat pencurian sebagai bentuk relasi eksistensi

Berikut, beberapa tulisan tentang fenomenologi Husserlian yang saya kompilasi dalam satu tulisan ringkas ini, dari pengalaman penjelajahan fenomenologi Husserlian dari beberapa artikel jurnal. Fenomenologi dalam artikel “Phenomenology of Everyday Expertise

Fenomenologi, digunakan mengiringi teori Konstruksi Sosial Atas Realitas (Social Construction of Reality) yang bersifat “netral” karena berbasis pengetahuan dan konstruksi subjek, untuk lebih memberikan acuan pemikiran netral dan natural untuk

Perempuan dan dunia perempuan, peran sosial perempuan, konstruk perempuan, konstruksi sosial atas perempuan, termasuk konstruksi media atas perempuan, adalah realitas sosial. Bagaimana kita memahaminya? Teori feminis muncul dan berkembang untuk

Teori Kritis berkontribusi pada kritik atas pemikiran deterministik pada teori Marxis (determinisme ekonomi) dalam memahami realitas sosial yang cenderung positivistik yang memandang realitas sosial berjalan sebagai proses alamiah, gejala sosial

Sebuah paradigma baru dalam perencanaan pembangunan perkotaan sedang dibangun melalui pelibatan anak pada salah satu sisi perencanaannya. Walaupun tidak secara langsung terlibat dalam proses perencanaan, namun ide-ide cemerlang yang tersaji