Saat rame-rame seputaran isu (yang dibawa-bawa) sentimen keagamaan kemarin, saya jadi ingat dan tiba-tiba rindu “Islam Nusantara”.. Lho kok…. Ini sedikit mengulik memori lama tentang awal-awal munculnya “Islam Nusantara”, yang

Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif memiliki tujuan yang sama yakni ingin menjelaskan dan memahami realitas sosial, namun dengan cara dan gayanya masing-masing. Perbedaan pokoknya terletak pada: data yang digunakan, prosedur 

Metode penelitian kualitatif, berakar dari pendekatan kualitatif, yang berupaya menjelaskan fakta atau realitas sosial secara mendalam, memahami realitas sosial apa adanya berdasarkan struktur pengalaman subjek (native’s point of view)[1]. Ia

Metode Penelitian Kuantitatif berakar dari pendekatan kuantitatif penelitian sosial yang dipengaruhi oleh paradigma positivisme yang mengiringi perkembangan ilmu sosial pada masa-masa awal, dengan pelopor August Comte dan hingga kini pun

Setelah memahami realitas sosial dengan menggunakan teori-teori sosial mulai fungsionalisme struktural Talcott Parsons hingga teori kritis dan habitus-nya Pierre Bourdieu, sekarang kita lengkapi deh, tentang bagaimana cara memahami atau menjelaskan

Metode ini mengajarkan cara membaca buku dengan lebih efektif sehingga menjadi mudah memahami, menguasai dan menangkap keseluruhan ide dalam buku secara utuh. Bukan hapalan. Bukan “baca cepat”. Membaca mah untuk

Berikut, adalah pemikiran Bourdieu, sebagai pengantar untuk memahami realitas sosial. Sebagai tulisan pengantar, tulisan ini memperkenalkan gagasan dasar pemikiran Bourdieu dalam memahami bagaimana individu berelasi sehingga membentuk ‘praktik’. Bagaimana ‘praktik’

Sebuah buku yang bicara tentang proses penyelenggaraan pilkada secara live dan on the road. Tentang bagaimana proses tahapan pilkada digelar oleh KPU,  bagaimana permainan para kandidat dalam memenangkan pertarungan  beserta

Judul Buku: MODAL SOSIAL dan URBAN POLICY: Kajian Best Practices Inovasi Pemerintah Daerah, Studi Kasus Pemerintah Kota Probolinggo 2004 – 2009 Tebal: xiv + 227 hlm Penulis: Wawan E. Kuswandoro

Barker menjelaskan teori dalam cultural studies, yaitu narasi yang berusaha membedakan dan menjelaskan ciri-ciri umum yang menjabarkan, mendefinisikan dan menjelaskan terus-menerus kejadian yang dipersepsikan.  Tetapi teori tidak menggambarkan dunia secara