Tengger, Bromo, lazimnya dikenal sebagai kawasan yang dihuni oleh masyarakat beragama Hindu (baca “Mengenal Masyarakat Tengger”). Memang mayoritas warga suku Tengger adalah penganut agama Hindu (menurut perspektif lokal, disebut “Shiwa-Buddha”,

Jika umat Islam mengenal ‘kurban (qurban)’ dalam hari raya Idul Adha atau disebut juga “hari raya kurban”, karena terdapat ritual penyembelihan hewan ternak (kambing, sapi), umat Hindu Tengger pun mengenal

Telah dijelaskan pada “Bromo dan Makna Spiritual Bagi Masyarakat Tengger”, bahwa kehidupan budaya masyarakat suku Tengger tidak dapat terlepas dari Bromo (Brahma) dan Yadnya Kasada. Pembahasan tentang masyarakat Tengger selalu 

Masyarakat Tengger merupakan salah satu komunitas masyarakat di kepulauan Jawa yang masih setia terhadap adat istiadat warisan nenek moyang. Masyarakat adat Tengger tidak pernah bisa lepas dari tradisi luhur yang

Pada kehidupan sosial masyarakat Tengger, ada hal yang menarik, yaitu, walaupun masyakat suku Tengger ini tersebar dan terpisah di empat kawasan administratif (Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang), orang-orang Tengger satu

Menurut beberapa sesepuh Tengger, istilah Tengger semula adalah tenger, yang bermakna sebagai tetenger atau tanda, atau berdiri tegak. Yaitu bermakna tenggering budi ingkang luhur (artinya: tanda keluhuran budi pekerti, sebuah

Menurut sesepuh desa, masyarakat Tengger ini sudah ada sejak jaman Majapahit yaitu pada zaman keemasan pemerintahan Prabu Hayam Wuruk. Seringkali terbetik informasi bahwa keberadaan masyarakat Tengger ini berawal dan berasal

Kalau sudah sampai di Probolinggo melihat jaran bodag, tak lupa kita musti melintas batas ke arena unik nan eksotis, tempat tujuan wisata yang tak membosankan. Bromo! Tapi kita bicarakan dulu